Geliat Ekonomi Rakyat Tumbuh di “PASAR KRUMPYUNG” Pelangi Manunggal Rasa (PMR) Bumi Naga Desa Karanglor

Puluhan Payung Dengan Corak Warna Pelangi Menghiasi Setiap Lapak Yang ada di Pasar Krumpyung. Foto : GTM

MANUNGGAL, karanglor.sideka.id | Minggu pagi (06/03) pukul 06.00 WIB bertempat di pelataran salah satu bekas sekolah di Kecamatan Manyaran, tepatnya di sebelah selatan Tugu Manunggal digelar Grand Opening pasar rakyat tradisional atau sering disebut “Pasar Krumpyung” (baca : krumpyong/krempyeng). Kegiatan yang digagas oleh Kepala Desa Karanglor, Sumardi, S.H. dan Tim Pendamping Desa di Kecamatan Manyaran yang dikoordinatori oleh Hidayat Ichsanudin, S.Sos. ini difasilitasi oleh BUMDes Mardi Makmur Desa Karanglor.

Direktur BUMDes Mardi Makmur, Ngadi (memegang michrophone) tengah memberikan penjelasan tentang penyelenggaraan Pasar Krumpyung.
dok.sideka.id – Foto : GTM

Menempati lokasi yang sangat strategis tepatnya di perbatasan antara 3 desa/kelurahan yakni Desa Karanglor, Kelurahan Pagutan, dan Kelurahan Punduhsari konsep kegiatan ini didominasi oleh Wisata Kuliner. Dengan selalu menerapkan protokol kesehatan ketat beragam jajanan pasar dan aneka minuman di jual hampir di setiap lapak meskipun ada beberapa lapak yang menjajakan pakaian ataupun mainan untuk anak. “Semua yang dijajakan di Pasar (Krumpyung) ini harganya di bawah harga pasar dengan kualitas produk yang sama”, tutur Direktur BUMDes Mardi Makmur, Ngadi, S.Pd. 

Beberapa konsumen rela mengantri untuk mendapatkan jajanan gorengan yang masih dimasak di wajan penggorengan.
dok.sideka.id – Foto : GTM

Pasar kaget tradisional ini akan diadakan di setiap hari Minggu, mulai pukul 6 pagi hingga 11 siang di tempat yang sama. Antusias warga sekitar sangatlah tinggi pada pembukaan perdana ini, terbukti tak sampai dua jam sejak dibukanya kegiatan barang dan makanan yang berada di lapak sudah hampir habis. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini perekonomian warga khususnya di Desa Karanglor dapat berangsur pulih setelah lebih dari 2 tahun terkena dampak badai Covid-19. (by : GTM Production)

Bubur santan mutiara hangat ini bisa dijadikan alternatif sarapan pengganti nasi di Pasar Krumpyung.
dok.sideka.id – Foto : GTM

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan